LAPORAN OBSERVASI

Posted: Mei 3, 2011 in Uncategorized

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Dalam rangka memenuhi tuntutan tugas mata kuliah isntalasi permesinan pada semeter ini maka kami memilih smkn 1 singosari sebagai objek kami dalam melakukan observasi, ada banyak hal yang melatar belakangi kami untuk memilih smkn 1 singosari sebagai objek penelitian kami,salah satunya karena smkn 1 singosari ini telah bertaraf internasional sehingga memungkinkan kami mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat.

Dalam Bidang teknik mesin, pasti terdapat ruang praktek atau bengkel permesinan . Di bengkel permesinan pastinya terdapat banyak berbagai macam alat yang berkaitan dengan mesin, dan pastinya sebelum menggunakan mesin yang ada di bengkel permesinan pastinya juga dilakukan instalasi mesin atau pemasangan mesin, seperti menginstal mesin bubut, mesin fris, mesin bor, mesin skfaf dan pengaturan layout pada bengkel permesinan seperti membuat dudukan untuk setiap mesin, ukuran ventilasi, jumlah pintu, jumlah ruang yang ada di dalam bengkel permesinan. Selain itu di dalam bengkel permesinan harus terdapat pengorganisasian sarana dan prasarana bengkel yang meliputi pengorganisasian ruangan , pengorganisasian peralatan mesin, pengorganisasian instlasi listrik, pembuangan limbah dan salrran air dan pengorganisasian bahan praktek pada bengkel permesinan.

Kelompok kami memilih SMKN 1 SINGOSARI sebagai obyek observasi tentang penginstalasi mesin perkakas, karena di di SMK tersebut terdapat bengkel permesinan yang menurut kami dapat dijadikan untuk bahan observasi, dan juga sekolah tersebut terletak di tempat yang strategis yaitu agak jauh dari keramaian kota.

Penginstalasi mesin yang ada di bengkel permesinan di SMKN 1 SINGOSARI, masih belum sempurna, karena masih banyak pembangunan yang dilakukan oleh SMKN 1 SINGOSARI, jadi pada bengkel permesinannya masih berpindah-pindah. Maka dari itu kita melakukan observasi dengan menerapkan materi yang telah kami terima di bangku kuliah tentang penginstalasi permesinan

I.2 PERMASALAHAN

  1. Kondisi Umum Bengkel Pemesinan
  2. Pengorganisasian Bengkel / Instalasi Pemesinan
  3. Pengaturan Ventilasi, Suhu Udara Dan Kelembaman
  4. Memasang Dan Menginstal Mesin-Mesin

I.3 TUJUAN

 

  1. Makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang pentingnya penginstalasian mesin pada bengkel permesinan.
  2. Agar pembaca mengetahui kondisi umum yang ada pada SMK NEGERI 1 SINGOSARI
  3. Untuk memberikan wawasan tentang penginstalasi yang ada di SMK NEGERI 1 SINGOSARI
  4. Memberikan informasi kepada pembaca tentang pengorganisasian bengkel instalasi permesinan di SMK NEGERI 1 SINGOSARI
  5. Memberikan Informasi tentang Bagaimana cara meninstalasi mesin

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Kondisi Umum Bengkel Pemesinan

 

 

            II.1 Identitas Bengkel Pemesinan

1)      Nama Bengkel   : Bengkel Permesinan SMKN 1 SINGOSARI

2)      Lokasi                : Jl.Raya Mondoroko 3 Singosari Malang

Visi                    : Visi yang diemban oleh SMK Negeri l Singosari adalah: “Menghasilkan tamatan yang berkualitas, berdedikasi tinggi, bertaraf Internasional yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”.

3)      Misi                    :

  • Mengoptimalkan Pengelolaan Sekolah Secara Profesional
  • Menerapkan sistem manajemen mutu (ISO 9001-2000)
  • Menerapkan Kompetensi Berstandar Internasional
  • Membangun kerjasama dengan industri melalui pendidikan sistem ganda
  • Memantapkan proses pendidikan dan pelatihan yang berbasis kompetensi
  • Memantapkan Penggunaan Bahasa Inggris di Sekolah
  • Memantapkan Unit Produksi dan Jasa
  • Menyelenggarakan Career Center
  • Mengoptimalkan Bursa Kerja Sekolah
  • Memberdayakan peran dan fungsi Komite Sekolah
  • Menyelenggarakan Pendidikan Sekolah berwawasan Lingkungan (Green, Clean, and Health School)
  • Mengembangkan sistem pembelajaran dan informasi berbasis IT

.

 

II.2 Kondisi Umum Bengkel

 

Secara umum kondisi bengkel permesinan di smkn 1 singosari terbilang baik dan tata letak peralatan terbilang rapi dan mudah dijangkau dan memiliki jarak yang pas pada setiap satu mesin dengan mesin yang lain,sehingga sangat memeper mudahkan para siswa untuk melakukan pengerjaan job.

Gambar II.1 (mesin bubut)

Gambar II.2(tempat penyimpanan barang)

Gambar II.3 (mesin frais)

Gambar II.4 (sisiwa yang menyekrap)

Gambar II.5(tempat instruktur)

Gambar II.6(tempat penyimpanan alat)               Gambar II.7 (tempat penyimpanan alat)

Gambar II.8(tempat penyimpanan alat)            Gambar II.9(tempat penyimpanan alat)

Gambar II.10 ( benda praktek permesinan)

Gambar II.11 (alat untuk mengangkut benda kerja)

Gambar II.12 ( instalasi udara bertekanan)

Gamabar II.13 (pemadam kebakaran dini)

Gambar II. 14 (daftar pemakaian mesin)

Gambar II.15 (tempat penyimpanan benda kerja)

II.3 Struktur Organisasi Bengkel (Bagan Struktur Organisasi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1)      Nama Jabatan/Fungsi              : Kepala Program

Bertanggungjawab kepada     : Kepala Sekolah

Pengganti Jabatan                   : Guru yang ditunjuk

Berhubungan dengan              :  1.      Semua unit kerja

2.      Institusi pasangan

Tanggung jawab :

  1. Menyusun program kerja
  2. Mengkoordinir tugas guru dalam pembelajaran
  3. Mengkoordinir pengembangan bahan ajar
  4. Memetakan kebutuhan sumber daya untuk pembelajaran
  5. Memetakan  dunia industri yang relevan
  6. Melaksanakan program praktik kerja industri
  7. Melaksanakan uji kompetensi
  8. Menginventarisasi fasilitas pembelajaran program keahlian
  9. Melaporkan ketercapaian program kerja

Wewenang :

  1. Melakukan langkah-langkah efisien dan efektif guna kelancaran pembelajaran di program keahlian
  2. Memberi masukan penilaian kinerja pendidik
  3. Memberi sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib.
  4. Mengusulkan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan
  5. Mengusulkan kebutuhan bahan dan peralatan pembelajaran
  6. Mengusulkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan program keahlian

2)      Nama Jabatan/Fungsi              : Sekeretaris Program

Bertanggungjawab kepada     : Kepala Program

Pengganti Jabatan                   : Guru yang ditunjuk

Berhubungan dengan              : Guru

Tanggungjawab :

  1. Menyusun program  pemeliharaan dan perbaikan secara berkala.
  2. Menginventarisir peralatan dan bahan.
  3. Mengadministrasi pemakaian peralatan.
  4. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan peralatan.
  5. Membuat laporan secara berkala.
  6. Membuat petunjuk pemakaian peralatan.
  7. Membuat jadwal pemakaian bengkel.
  8. Mengusulkan alat dan bahan yang dipergunakan untuk praktek.

3)      Nama Jabatan/Fungsi              : Toolman

Bertanggungjawab kepada     : Ketua Program Keahlian

Berhubungan dengan              : Guru,Siswa

Tanggungjawab:

  1. Menyusun program  pemeliharaan dan perbaikan (triwulan, semester dan tahunan)
  2. Mengidentifikasi kondisi kesiapan peralatan
  3. Menginventarisir peralatan
  4. Menyiapkan peralatan praktik
  5. Mengadministrasi pemakaian peralatan
  6. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan peralatan
  7. Membuat laporan secara berkala
  8. Membuat petunjuk pemakaian peralatan

Wewenang

  1. Mengusulkan penggantian komponen peralatan yang rusak
  2. Melarang penggunaan peralatan yang tidak sesuai dengan prosedur pemakaian

4)      Nama Jabatan/Fungsi              : Guru

Bertanggungjawab kepada     : Ketua Program Keahlian

Pengganti Jabatan                   : Guru yang ditunjuk

Berhubungan dengan              : BK, Teknisi

Tanggungjawab :

  1. Membuat Program Pembelajaran (tahunan dan semester)
  2. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  3. Membuat/menyusun Bahan Ajar
  4. Melaksanakan pembelajaran
  5. Melaksanakan evaluasi pembelajaran
  6. Menganalisis hasil evaluasi pembelajaran
  7. Melaksanakan program pengayaan
  8. Melaksanakan program remidial/perbaikan
  9. Menjaga dan memelihara alat/media pembelajaran
  10. Memberi masukan tentang peningkatan kompetensi non akademik

Wewenang :

  1. Memberi penilaian hasil belajar
  2. Memberi sanksi dan penghargaan kepada siswa

 

II.4 Job Description (Uraian Tugas)

Sebelum melakukan pembagian job kepada setiap siswanya ,terlebih dahulu diadakan kelas teori terlebih dahulu tentang pengenalan alat dan peralatan yang akan digunakan dalam pengerjaan job,misalnya pembahasan mengenai terori dasar mesin bubut , frais ,scrap dll.

Job dari guru untuk semua siswa salah satunya :

  • Palu konde
  • Tang penjepit
  • Tang pipih
  • Foot step
  • Komponen konveyor
  • Pegangan pintu
  • Dll

Untuk hasil – hasil pekerjaan selain juga bisa dipakai oleh sekolah itu sendiri juga ada yang dijual keluar.

II.5 Analisis Hasil Observasi

–          Kelebihan bengkel : bengkel permesinan SMKN 1SINGOSARI sangat bagus penataan mesin – mesinya, layout fungsi juga bagus. Dengan adanya tempat penyimpanan barang pribadi siswa, maka siswi tidak perlu khawatir akan kehilangan barangnya. System fentilasi juga sudah baik karena banyak fentilasi atau jendela,

–          Kekurangan bengkel : bengkel permesinan SMKN 1 SINGOSARI mempunyai kekurangan pembuangan limbah karena hanya ada satu tong sampah pada dalam bengkel.  Dan juga lokasi toilet yang terletak pada luar lokasi bengkel seharusnya terletak pada dalam bengkel, sehingga memudahkna siswa.

BAB III

Pengorganisasian Bengkel / Instalasi Pemesinan

 

          III.1 Tata Letak Bengkel Pemesinan

III.1.1  Denah Lokasi Bengkel

                                                                                               

                                                                                                SMKN 1 SINGOSARI

 

JALAN MONDOROKO

 

KARANG PLOSO                                                                            PERTIGAAN BENTUL

 

FLAY OVER

 

 

                                                                                                               ARJOSARI

 

PASAR BLIMBING

 

 

 

                                                                                                               JL. AHMADD YANI

 

 

 

 

 

 

Jl. SUKARNO HATTA

 

 

 

 

 

 

III.1.3 Tata Letak Peralatan / Mesin-Mesin

LAYOUT  BENGKEL  PERMESINAN

LEGENDA

  1. Papan tulis                              11. Mesin bor radial
  2. Meja guru                               12. Almari
  3. Mesin frais                             13. Tempat peralatan kebersihan
  4. Mesin bor                               14. Panel listrik
  5. Mesin gerinda
  6. Mesin perata
  7. Meja ragum
  8. Mesin bubut
  9. Mesin scrub
  10. Mesin gergaji

III.2 Instalasi Listrik dan Kebutuhan Daya

Di smkn 1 singosari kebutuhan daya untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik untuk mesin-mesin perkakasnya memebutuhkan pasokan yang sangat besar sehingga harus mengunakan arus 3 phase ,sebelum arus masuk mensuplai listrik kepada setiap jurusan yang ada ,arus listrik dari PLN dibagi –bagi dan dialiskan kesetiap jurusan,pada setiap jurusan terdapat travo pembagi yang digunakan untuk membagi arus kepada setiap mesin yang ada, pada setiap travo pembagi terdapat sebuah saklar induk yang berfungsi sebagai pengaman apa bila terjadi konslet.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar III.1 (Saklar Utama)

          III.3Utilitas

III.3.1 Pengaturan Jaringan Transportasi

 

SMKN 1 Singosari berada di pinngiran jalan raya sehingga memudahkan untuk jaringan transportasinya, Jaringan transportasi untuk menuju bengkel teknik mesin dapat diakses dengan mudah baik dari gerbang utama atau dari ruang kelas para siswa,sehingga memudahkan semua pihak untuk menuju bengkel permesinan,baik yang bertujuan untuk mengirim benda kerja sekalipun.

 

III.3.2 Pengaturan Dan Perawatan Jaringan Air

Di SMKN 1 Singosari tidak menggunakan jaringan PDAM sebagai sumber pengairannya,melainkan pada setiap jurusan memiliki sumur tersendiri yang digunakan sebagai sumber airnya,sehingga tidak ada instalasi air yang rumit pada setiap jurusan .

Perawatan berkala selalu rutin dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadinya kerusakan pada jaringan air,karena air dari sumur tersebut digunakan untuk kamar mandi guru bengkel,kamar mandi siswa dan untuk tempat bersih – bersih siswa setelah melakukan praktek permesinan.

III.3.3 Pengaturan Limbah (Cair, Padat Dan Gas)

  1. Limbah Padat

Limbah padat yang dihasilkan oleh bengkel ini berupa beram hasil bubut dan frais, serpihan hasil gerinda, besi pipa dan plat kecil sisa pemotongan yang memang sudah tidak bisa dipakai lagi.

Limbah padat yang berupa beram, serpihan hasil gerinda, besi pipa dan plat kecil  tidak langsung dibuang di tempat sampah, karena bisa dijual kepada para pengepul. Hasil dari penjualan limbah padat bisa dijadikan sebagai pemasukan bagi bengkel.

Untuk pertama kalinya, limbah – limbah padat ini ditempatkan pada tempat sampah yang sudah ada pada ruang kerja masing – masing.

a)      Limbah Cair

Limbah cair pada bengkel ini selain dari limbah cair dari kamar mandi. Semua limbah cair dibuatkan saluran sendiri yang berupa got/selokan  yang nantinya akan disalurkan ke septic tank. Untuk limbah hasil kerja permesinan tidak begitu diperhatikan karena tidak menghasilkan limbah yang banyak.

b)      Limbah Gas

Di bengkel ini, limbah gas berasal dari ruangan las. Dan untuk membuangnya, bengkel ini selain membuat ventilasi yang cukup juga membuat sebuah cerobong, sehingga limbah gas tidak akan mengganggu baik bagi para siswa , guru dan  warga sekitar bengkel.

 

III.3.4 Pengaturan Ventilasi, Suhu Udara Dan Kelembaman

a)      Pada setiap ruangan bengkel permesinan terdapat ventilasi yang tingginya berkisar 6-7 m

b)      Pengaturan udara = 5 ltr/detik/orang

c)      Kelembaman = (40 – 70)%

d)     Suhu udara = (18 – 25) ᵒC di ukur sekitar 1,5m dari lantai

e)      Kecepatan angin = (0,15 – 0,25)m/detik

f)       Pada bengkel ini sudah memenuhi standar, tetapi masih perlu dierbaiki karena untuk pergantian udara kurang karena ruangan yang tidak begitu besar dan bengkel yang tidak diletakkan pada satu jurusan angin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar III.2 VentilasiUdara

          III.4 Memasang Dan Menginstal Mesin-Mesin

III.4.1 Menginstal Mesin Bubut.

Pemasangan mesin pada pondasi :

1)      Perhatikan dan pastikan bahwa pengamalan baut pondasi sudah tepat dengan lubang – lubang pada dudukan mesin.

2)      Pastikan bahwa pondasi sudah kering dan pemasangan baut sudah tepat sesuai dengan pengemalan yang dibuat.

3)      Angakt mesin dengan peralatan yang sesuai.

4)      Pasang dan tepatkan pelan – pelan posisi baut sesuai lubang – lubang pada dudukan mesin.

5)      Turunkan mesin pelan – pelan.

6)      Keraskan mur – baut dan ratakan pondasi semen yang rapi.

Melakukan Lavelling :

  • Siapkan peralatan untuk melakukan lavelling (siku – siku, mistar baja, water pas, pipa/selang plastik diameter 1cm, dan air secukupnya, dll).
  • Periksa kondisi mesin benar – benar sudah terpasang pada pondasi dalam kondisi yang tepat dan benar.
  • Lakukan lavelling dengan tepat (kedataran/kerataan, ketegakan, ketepatan penempatan, kepresisian dengan peletakan mesin lainnya, dll).

Gambar III.4  (Mesin Bubut)

III.4.2 Menginstal Mesin Frais

  • Prinsip  kerja mesin frais
  1. Main drive

Fungsi utama dari main drive adalah untuk menngerakkan spindle yang terletak pada arbor. Putarandari motor listrik diteruskan ke speed gear box dan diteruskan ke spindle melalui mekanisme belt. Putaran spindle akan menggerakkan arbor dan memutar milling cutter.

  1. Feed drive

Gerakan ini adalah gerakan pemakanan benda kerja terhadap milling cutter.dengan memutar Table Transverse Handwheel  untuk menggerakkan table kearah longitudinal,maka benda kerja akan terpotong oleh milling cutter.

  • Langkah-langkah dalam perawatannya adalah :
  1. Periksa kondisi sabuk,sobek,retak-retak kering atau masih bagus
  2. Periksa kondisi pulley
  3. Beri pelumas/greas secukupnya pada sepindle
  4. Jaga tiang agar tidak berkarat
  5. Bersihkan meja dari kotoran / sisa-sisa geram dan pendingin benda kerja
  6. Beri minyak pelumas cair pada kolom dan meja agar tidak berkarat
  • Memasang Mesin Pada Dudukan

a)      Dudukan disesuaikan dengan ukuran mesin

b)      Jika dudukan sudah jadi, mesin dipasang pada dudukan

c)      Baut angkar dipasang

d)     Kemudian dilakukan proses leveling

e)      Kemudian baut angkar dicor

f)       Di leveling ulang setelah cor kering

g)      Kemudian memasang assesoris mesin seperti listrik, olie, dan semua bagian-bagian mesin

  • Ada beberapa bagian yang perlu diperlukan dalam lavelling mesin

frais diantaranya :

1)      Penyelerasan terhadap meja kerja

Macam pengujian:

  •  Dengan mengukur pada arah longitudinal ,penyimpangan yang diijinkan 0,04/1000
  • Dengan mengukur pada ada arah transversal adapun penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,04/1000

2)      Kelurusan gerak vertikal lutut

Macam pengujianya :

  • Dengan megukur kerataan pada arah vertikal simetris dengan mesin, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,025/300
  • Dengan mengukur kerataan pada arah tegak lurus vertikal simetris dengan mesin, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,025/300

3)      Ketegak lurusan permukaan meja terrhadap kolom pembimbing

Macam pengujianya  :

  • Pada arah vertikal simetris dengan mesin, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,025/300 dengan α ≤ 90
  • Pada arah tegak lurus vertikal simetris dengan mesin, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,025/300

4)      Ketegak lurusan permukaan meja terhadap  penggerak vertikal spindle utama

Macam pengujianya :

  • Pada arah vertikal simetris dengan mesin, penyimpangan yang diijinkan sebesar                  0,025/300 dengan α≤90
  • Pada arah tegak lurus vertikal simetris dengan mesin, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,025/300

5)      Kesejajaran gerak meja kerja

Macam pengujianya :

  • Pada arah longitudinal , toleransi yang diijinkan 0,025/300
  • Pada arah transversal ,toleransi yang diijinkan 0,025/300 penyimpangan max. 0,05

6)      Ketelitian spindle utama

Macam pengujianya :

  • Mengukur simpang puter spindle utama bagian luar, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,01
  • Mengukur kesalahan aksial, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,01
  • Mengukur kemiringan bidang muka, toleransi yang diberikan 0,02

7)      Simpang putar ( run out ) sumbu spindle utama

Macam pegukuran:

  • Didekat mulut spindel ,penyimpangan yang diijinkan 0,01
  • Pada jarak 300 mm dari mulut spindel 0,02

8)       Kesejajaran sumbu spindel

Macam pengujian:

  • Mengukur kesejajaran sumbu spindel relative terhadap permukaan meja, penyimpangan yang diijinkan  0,025/300 kebawah

9)      Ketegak lurusan sumbu spindel terhadap permukaan meja

Macam pengujian :

  • Pada arah vertikal simetris dengan mesin, penyimpangan yang diijinkan sebesar                  0,025/300 dengan α≤90
  • Pada arah tegak lurus vertikal simetris dengan mesin, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,025/300

10)  Kesejajaran sumbu spindel relatif terhadap gerak tranversal kerja

Macam pengujian :

  • Pada arah vertikal, penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,025/300
  • Pada arah horizontal , penyimpangan yang diijinkan sebesar 0,025/300

11)  Kelurusan alur “T” ( tee slot )

Macam pengujian :

  • Kelurusan alur tee dari meja kerja, penyimpangan yang diijinkan 0,01/500 penyimpangan max.0,03

12)  Ketegak lurusan sumbu spindel

Macam pengujian :

  • Sumbu spindel tegak lurus terhadap alur T dari meja,toleransi yang diberikan 0,02/300

Gambar III.5 (Mesin Frais)

III.4.3 Menginstal Mesin Sekrap

  • Prinsip kerja Mesin Sekrap

Prinsip kerja dari mesin adalah merubah gerakan putar motor penggerak menjadi tenaga bolak-balik pada arm.sistem geraknya ada dua macam :

  1. Main drive

Main drive adalah gerakan untuk menjalankan proses pemotongan berupa gerakan bolak-balik pahat yang berasal dari gerakan rocker arm.sebuah motor listrik memberikan gerakan putar melalui geardrive menuju roda gigi penggerak (crank wheel).pada crhank wheel dipasang pivot / pasak yang letaknya dapat diatur terhadap pisat.hal ini dapat dilakukan dengan mengatur panjang panjang pendeknya blok engkol yang dihubungkan kerocker arm. Dengan demikian gerakan putaran dari crhank wheel akan menyebabkan rocker arm itu bergerak (berayun).ayunan rocker arm ini menyebabkan arm ( lengan ) yang memegang pahat bergerk maju mundur.

  1. Feed drive

Mekanisme ini berfungsi menggerakkan meja untuk menghasilkan pemotongan.sistem ini dapat digerakkan secara manual ataupun otomatis.hasil pemotongan secara otomatis akan lebih halus karena pergeseran benda kerja lebih konstan.

  • Perawatan Mesin Sekrap
  1. Bersihkan mesin dari debu dan kotoran
  2. Periksa keadaan pelumas, jika kurang ditambah dan jika saluran bocor diperbaiki dahulu
  3. Beri greas pada nipel-nipelnya
  4. Periksa sabuk/transmisi beltnya
  5. Periksa baut pengikat sudah kencang atau belum
  6. Diadakan service berkala setiap minggu.
  • Memasang Mesin Pada Dudukan
  1. Dudukan disesuaikan dengan ukuran mesin
  2. Jika dudukan sudah jadi mesin dipasang pada dudukan
  3. Baut angkar dipasang
  4. Kemudian diadakan proses leveling
  5. Kemudian baut angkar di cor
  6. Dilakukan levelling ulang setelah cor kering
  7. Kemudian memasang assesoris seperti listrik, air pendingin, olie, dan semua bagian-bagian mesin.
  • Levelling pada Mesin Sekrap

Bebrapa bagian yang perlu diperhatikan dalam proses leveling mesin sekrap.

  1. Ketegak Lurusan Sumbu Spindel
  • Sumbuh spindel tegak lurus terhadap alur T dari meja penyimpangan yang diijinkan 0,02/300
  1. Kesejajaran Sumbu Spindel
  • Kesejajaran sumbu spindel relatif terhadap permukaan meja penyimpanga yang diijinkan 0,025/300 kebawah
  1. Kedataran Permukaan Meja
  • Kedataran penyimpangan  yang diijinkan 0,05 untuk toleransi local untuk panjang pengukuran 300
  1. Ketegak Lurusan Permukaan  Meja Terhadap Gerak Horisontal Spindel Utama
  • Pada arah vertikal simetris dengan mesin  penyimpangan yang diijinkan 0,025/300 dengan  α ≤ 90
  • Pada arah tegak lurus vertical simetris dengan mesin penyimpangan yang diijinkan 0,025/300

Gambar III.5 Mesin Skrap

III.4.4  Menginstal Mesin Bor.

  • Prinsip Kerja Mesin Bor
  1. Main Drive

Motor listrik biasanya dipakai sebagai penggerak utama pada mesin bor. Putaran pada motor listrik di transmisikan melalui porosnya ke mekanisme pengatur putaran mesin berupa pasangan puli bertingkat yang dihubungkan dengan v-belt. Dari puli bertingkat,putaran diteruskan ke spindle mesin. Pada spindle terdapat tool post sebagai pemegang mata bornya.

  1. Feed Drive

Feed drive merupakan gerakan pemakanan mata bor pada benda kerja. Gerakan ini dilakukan secara manual pada mesin-mesin bor yang sederhana dengan cara memutar drilling lever sehingga mata bor bergerak ke arah benda kerja.

  • Langkah-langkah Perawatan Pada Mesin Bor

Dalam perawatan mesin bor ini, jika beban yang diberikan tidak terlalu besar atau melebihi kapasitas mesin maka motor listrik mesin bor akan awet.untuk kontruksi mesinnya sendiri perawatan yang perlu dilakukan adalah:

  1. Sebelum dan setelah bekerja bersihkan lingkungan kerjanya
  2. Pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi sabuk dan pully
  3. Pemberian pelumas terhadap bagian-bagian yang berputar kecuali sabuk dan pully
  • Memasang Dudukan Mesin
  1. Dudukan disesuaikan dengan ukuran mesin
  2. Jika dudukan sudah jadi, mesin dipasang pada dudukan
  3. Baut angkar dipasang
  4. Kemudian diadakan proses leveling
  5. Kemudian baut angkar di cor
  6. Di levelling ulang setelah cor kering
  7. Kemudian memasang assesoris seperti listrik, air pendingin , olie , dan bagian-bagian mesin.

Gambar III.6 (Mesin Bor)

III.4.5 Menginstal Mesin Gerinda

  • Memasang Dudukan Mesin
  1. Dudukan disesuaikan dengan ukuran mesin
  2. Jika dudukan sudah jadi, mesin dipasang pada dudukan
  3. Baut angkar dipasang
  4. Kemudian diadakan proses leveling
  5. Kemudian baut angkar di cor
  6. Di levelling ulang setelah cor kering
  7. Kemudian memasang assesoris seperti listrik, air pendingin , olie , dan bagian-bagian mesin
  • Langkah-langkah Perawatan Pada Mesin Gerinda

Dalam perawatan mesin Gerinda ini, Jika sering dipakai bekerja, maka batu atau pisau gerinda harus diganti dengan waktu tertentu. perawatan yang perlu dilakukan adalah:

  1. Sebelum dan setelah bekerja bersihkan lingkungan kerjanya
  2. Pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi batu atau pisau gerinda
  3. Pemberian pelumas terhadap bagian-bagian yang berputar

Gambar III.7 (Mesin Gerinda)

III.4.6 Menginstal Mesin Gergaji

  • Memasang Dudukan Mesin
  1. Dudukan disesuaikan dengan ukuran mesin
  2. Jika dudukan sudah jadi, mesin dipasang pada dudukan
  3. Baut angkar dipasang
  4. Kemudian diadakan proses leveling
  5. Kemudian baut angkar di cor
  6. Di levelling ulang setelah cor kering
  7. Kemudian memasang assesoris seperti listrik, air pendingin , olie , dan bagian-bagian mesin.
  • Langkah-langkah Perawatan Pada Mesin Gergaji

Dalam perawatan mesin Gerinda ini, Jika sering dipakai bekerja, maka pisau gergaji harus diganti dengan waktu tertentu. perawatan yang perlu dilakukan adalah:

  1. Sebelum dan setelah bekerja bersihkan lingkungan kerjanya
  2. Pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi pisau gergaji
  3. Sesuaikan kecepatan pemotongan dengan bahan yang akan dipotong
  4. Lakukan pembersihan berkala pada mesin.

Ganbar III.8  Mesin Gergaji

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

IV.1 Kesimpulan

Pada Umumnya Memang pada awal bengkel permesinan harus ada proses pemasangan atau penginstalan pada pondasi maupun pada mesin. Tetapi pada kenyataannya hal tersebut banyak diabmeliputiaikan oleh bengkel-bengkel permesinan yang ada disekolah-sekolah. Padahal kita semua mengetahui bahwa jika kita mengabaikan proses penginstalasi mesin maka akan berakibat pada proses pemakaian mesin dan juga berdampak pada benda hasil kerja.

Bengkel yang ada di SMKN 1 Singosari, menurut kelompok kami sudah memenuhi standar. Cara penginstalasi mesin-mesin seperti : mesin bor, mesin bubut dan lain-lain, harus dilakukan secara berurutan yaitu penginstalasi pondasi atau dudukan mesin, pemasangan mesin, penyetelan kerja mesin dan terakhir yaitu maintenance atau perawatan

IV.2 Saran

Saat awal adanya bengkel permesinan sebaiknya dilakukan proses penginstalasian atau pemasangan pondasi maupun mesin. Karena hal tersebut akan berdampak negative bagi mesin untuk jangka panjang. Dan jangan lupa harus dilakukan pemeriksaan dan perawatan berkala pada mesin-mesin yang ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Romli, Imam, dkk. 2004. Permesinan. Banyuwangi : STM Banyuwangi
  2. Yoto, Drs, S.T., M.Pd, M.M. 2010. Instalasi Mesin Perkakas, Malang:Universitas Negeri Malang.
  3. Satmoko, A.2009. Optimalisasi Laboratorium dan Fasilitas Dukung Teknologi dan Keselamatan, Usulan Kegiatan PTRKN.
  4. Widarto, dkk. 2008. Teknik Pemesinan Jilid 2. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
  5. http://www.machinetoolhelp.com/Installation/Installation.html
  6. http://www.mds-laser.com/unisorb/installmachtools.html
  7. http://www.unisorb.com/pdf/install.pdf
  8. Hasil obserfasi di bengkel permesinan SMKN 1 SINGOSARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s