proposal tugas ahir

Posted: Mei 3, 2011 in Uncategorized

PENGEMBANGAN MESIN PENGGILING TEBU SEDERHANA

DENGAN TIGA TAHAP PENGGILINGAN

PROPOSAL TUGAS AKHIR

oleh :

Mada Ima Afshohi                                    409512312522

Mahar Suteki                                             309512323303

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK MESIN

MEI 2011

 

BAB I

PENDAHULUAN

             1.1. Latar belakang

Tebu merupakan salah satu hasil pertanian yang penting. dimana telah diketahui selama ini bahwa tebu merupakan bahan pokok untuk pembuatan gula. Di Indonesia, kebutuhan masyarakat akan gula selalu meningkat dari waktu ke waktu merupakan sesuatu hal yang wajar, sebab selain seirama dengan kemajuan teknik dalam pembuatan makanan-makanan yang memerlukan gula, juga akibat dari pesatnya laju pertamabahan penduduk di Indonesia bahkan dunia. selain dijadikan gula tebu juga dapat diambil sari airnya yang tentunya sedap dan manis rasanya. Proses pengambilan sari air tebu ini dapat dilakukan dengan cara menggiling tebu hingga terperas dan hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan Alat Penggiling Tebu sederhana sederhana. Alat Penggiling tebu sederhana ini merupakan salah satu solusi alternatif terbaik untuk mendapatkan sari air tebu secara efektif dan efisien, sehinggaair tebu dapat dikonsumsi dengan cepat dan mudah atau bahkan dikomersialkan dengan nilai jual yang cukup menguntungkan.

1.2. Rumusan masalah

Sekarang ini kebutuhan masarakat akan gula sangat meningkat maka dari pada itu “bagaimana caranya untuk membuat alat penggiling tebu  sesederhana mungkin dengan hasil yang memuaskan”?. Bisa disebut juga membuat mesin se efisien mungkin, dengan biaya pembuatan ekonomis dan dengan hasil perasan yang se maximalmungkin.

1.3. Kegunaan penelitian

Fungsi dari penelitian sebuah alat ini pada dasarnya adalah meningkatkan produksi gula. Tetapi pada kali ini kami hanya ingin meneliti bagaimana membuat alat penggiling tebu sesederhan mungkin dengan hasil maksimal dengan biaya pembuatan yang ekonomis. Walaupun dalam skala yang kecil mesin ini bias dikembangkan untuk produksi jika volume mesin di perbesar yang barang tentu biaya pembuatannya akan lebih besar.Disini kami akan mengembangkan mesin untuk keperluan industry menengah kebawah agar para penjual sari tebu kecil- kecilan akan mendapat untung lebih banyak karena mesin ini sangat efisien.

1.4. Asumsi Penelitian

Menurut kami dengan di adakanya penelitian tentang mesin penggiling tebu sederhana ini akan member solusi kepada masarakat dan juga pabrik- pabrik pada umunya. Karena mesin ini sangat sederhana dan sangat efisien. Tetapi mesin ini lebih di tujukan untuk pengusaha menengah kebawah atau usaha rumahan. Menurut kami bahan yang tepat digunakan untuk membuat mesin tersebut adalah Rol Stainlees Steel yang tidak bias berkarat dan menggunakan motor dengan kekuatan 4,5 hp. Dan juga menggunakan kerangka dari baja agar kuat dengan kapasitas mesin 100 – 150 kg/jam. Sehingga mesin  tersebut akan efisien

1.5 Devinisi oprasional

Dengan mesin pemeras / penggiling tebu ini, Anda bisa memeras batang tebu dengan cara mudah. Cukup masukkan 1 kali saja batang tebu ke mesin ini, maka Anda akan mendapatkan sari tebu. Dengan kapasitas besar mesin ini cocok untuk usaha penggilingan tebu skala UKM. pemerahan tebu pada pengrajin gula tebu tradisional adalah rendahnya efisiensi pemerahan nira, hal ini karena pada pemerahan nira tebu hanya dilakukan satu kali giling tanpa perlakuan awal dan dilakukan dengan system kering atau tanpa tambahan air imbibisi, rendahnya efisiensi pemerahan berakibat langsung pada rendahnya rendemen gula yang dihasilkan dan merupakan penyebab utama dari kerugian pengrajin gula. Perbaikan efisiensi: pemerahan nira tentu harus diupayakan untuk meningkatkan rendemen, yang berarti akan meningkatkan daya saing, mencontoh pabrik gula besar memang salah satu alternative tentu dengan beberapa penyedehanaan.

BAB II

METODE PENELITIAN

          2.1. Rancangan Penelitian

Dalam awal perencanaan penelitian ini dengan rumusan masalah “bagaimana caranya untuk membuat alat penggiling tebu  sesederhana mungkin dengan hasil yang memuaskan”?. Langkah pertama yang kami lakukan adalah Perbaikan efisiensi  pemerahan nira. Hal tersebut diupayakan untuk meningkatkan rendemen, yang berarti akan meningkatkan daya saing, mencontoh pabrik gula besar memang salah satu alternative tentu dengan beberapa penyederhanaan, terapan pemerahan tebu pada pabrik gula mini di Kediri maupun di Rembang sudah sejalan dengan teknologi pemerahan pada industry pabrik gula besar, yaitu dengan melakukan penggilingan pada seri gilingan yang terdiri dari satu unit crusher sebagai pemecah sel tebu diikuti dengan dua gilingan (PGM Rembang) dan tiga gilingan (PGM Kediri) dengan tambahan air imbibisi (compound imbibisi).

Pada pabrik gula besar dengan standart peralatan yang dilengkapi dengan timbangan nira memang sangat mudah untuk memonitor volume air imbibisi yang ditambahkan, apabila pabrik gula mini mengikuti scale down dari pabrik gula tersebut akan berakibat naiknya biaya investasi maupun exploitasi (pabrik gula mini di design tanpa timbangan nira mentah) dan akan kehilangan filosophi kesederhanaannya, untuk hal itulah dibuatkan procedure/ tata laksana pemerahan tebu pada pabrik gula mini sbb:

  1. Lakukan pencatatan brix tebu yang akan digiling pagi, siang dan sore hari.
  2. Lakukan uji giling tiap hari 100 kg tebu dan di timbang berat ampas yang keluar, serta dilakukan pencatatan pH serta brix nira absolute (hasil pertahan crusher dan gilingan no 1 ) dan brix nira dari Gilingan no 2 serta brix nira dari gilingan akhir (gilingan no 3).

Pemerahan layak diteruskan apabila:

  1. Brix tebu sesuai dengan criteria layak olah dengan indikasi brix diatas 18, monitoring lebih sempurna apabila juga dilakukan kandungan gula terkandung dari nira tersebut.
  2. Berat ampas yang keluar dalam kisaran 28 sd 32 % dari berat tebu, berat ampas selain dipengaruhi setelan bukaan gilingan juga sangat dipengaruhi dari varitas tebu yang digiling, apabila terjadi penyimpangan perlu dilihat apa perlu dilakukan penyetelan ulang bukaan dari roll roll gilingan.
  3. Brix gilingan akhir dengan tambahan imbibisi air panas dalam kisaran 2 sd 3 sedangkan brix gilingan dua dengan imbibisi nira gilingan akhir harus dalam kisaran 8 sd 10, apabila hal ini belum tercapai dilakukan penyetelan besaran tambahan air imbibisi pada gilingan tiga, dengan monitor brix gilingan akhir pada kisaran 2sd3 maka diyakini bahwa kehilangan gula di ampas tebu sudah setara dengan kehilangan pada pabrik gula besar

2.2. Populasi dan sempel

Adapun beberapa mesin penggiling tebu yang banyak di gunakan sekarang ini. Hanya saja dibedakan dengan kapasitas mesin dan kapasitas penggilingannya dan juga kecepatan penggilingan mesin tersebut. Dan pada kali ini yang kami teliti adalah mesin penggiling tebu sederhana yang digunakan para penjual minuman sari tebu di pinggir jalan yang terletak pada pintu gerbang perumahan Pondok Alam Sigura – gura

.                                   gambar 2.1 kedai penjual minuman sari tebu

2.3. instrument penelitian

Penelitian ini menggunakan cara melihat data dari internet dan juga dari buku buku terkait sehingga memperoleh data yang lengkap dan akurat, selain itu juga melakukan penelitian di lapangan. Kali ini saya melakukan penelitan pada mesin penggiling tebu pada penjual minuman sari tebu di jalanan yang juga menggunakan mesin penggiling tebu sederhana. Tetapi menurut kami pada mesin tebu itu belum efisien karena mesinya menggunakan mesin disel dengan kapasitas besar tapi kapsitasnya kecil sehingga tidak efisien. Hasil penelitian ini tercapai apabila kami sudah mengetahui begaimana mesin itu bekerja, berapa kapasitasnya, dan kelemahanya. Sehingga penelitian ini berfungsi untuk meningkatkan prosuksi mesin penggiling tebu tersebut atau terlebih – lebih bisa digunakan untuk sekala yang lebilh besar.

2.4. Pengumpulan Data

Kami memperoleh data dengan cara mencari di internet dan juga dari obserfasi pada penjual minuman sari tebu yang terletak pada depan pintu gerbang perumahan Pondok Alam Sigura – gura. Cara obserfasi yang kami lakukan adalah dengan cara wawancara langsung pada penjual minuman sari tersubut, tentang keluhan penjual tersebut selama memakai mesin penggiling tersebut. Setelah itu kami di ajari bagaimana cara menggunakan mesin tersebut yaitu : bagaimana menyalakan mesin tersebut dan bagaimana memasukkan batang tebu yang akan di giling. Setelah melakukan ke dua praktek tersebut kami merasa ada kelemahan pada mesin tersebut dan juga bagaimana kelebihan mesin tersebut.

2.5. Analisis Data

Setelah melakukan penelitian kami memperoleh data – data tentang mesin penggiling tebu sederhana yang digunakan. Pada penggiling ini ditemukan kelemahan, yaitu : untuk memperoleh sari tebu yang maksimal si penjual harus menggiling satu batang tebu sebanyak 3 – 4 x penggilingan dan juga harus memotong satu batang tebu menjadi 3 bagian agar mudah memasukanya secra ber kali- kali.

Gambar 2.2 penjual sedang memasukan batang tebu ke dalam mesin

Satu lagi kelemahanya adalah menggunakan mesin disel dengan kapasitas terlalu besar sehingga dapat mengurngi keuntungan penjual minuman sari tebu tersebut yaitu disel dengan kekuatan 5 pk.

Gambar 2.3. mesin penggiling tebu

Dari hasil penelitian kami disimpulkan bahwa mesin tersebut kurang efisien, dan untuk itu kami berkeninginan merencanakan mesin penggiling tebu sederhana tetapi penggunakan 3 kali proses penggilingan, dengan spesifikasi mesin sebagai berikut :

1)Dimesi Mesin: ( P x L x T) 1000 x 400 x 800 mm

2)Penggerak/Power: Motor bensin 4,5 Hp

3)Bahan Utama: Rol Stainlees Steel

4)Bahan Rangka: Besi Profil dan Plat Baja

5)Kapasitas: 100 – 150 kg/jam

6)Kelengkapan: Diameter Rool 200 mm

Mesin ini direncanakan dilengkapi dengan 3 fase penggilingan atau juga bias disebut menggunakan 3 rol penggiling yang berfungsi untuk me maksimalkan jumlah sari tebu yang di produksi.

DAFTAR RUJUKAN

 Hasil obserfasi pada mesin penjual minuman sari tebu. 2011. Depan gapura perumahan pondok

Alam sigura – gura.

Situs http://lennonisti.blogspot.com/2010/02/mesin-giling-tebu-mesin-pemeras-tebu.html. 2011

Komentar
  1. Silvi Anggraini mengatakan:

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s